parkjiyoung

Just another WordPress.com site

Tulisan Jenis Opini : Pelayanan di Kantor Pos yang Mengecewakan

Kamis (3/11) kira-kira jam 7.45 pagi saya sudah berada di kantor pos (tidak perlu saya sebutkan kaena anda pasti tau) didekat rumah saya didaerah Pondok Duta, Cimanggis Depok. Saya Berada disana dalam rangka mengirimkan surat lamaran Kakak kedua saya yang melamar CPNS ke Kementerian Dalam Negri. Surat lamaran tersebut hanya boleh dikirim melalui Kantor Pos tersebut saja. Karena kakak saya tidak bisa mengirimnya sendiri karena masalah pekerjaannya, jadilah saya yang membantu mengirim surat tersebut.

 

Saat saya datang, hanya ada  satu ibu pelayanan pos dan satu petugas parkir belum ada pengunjung. Karena ini kedua kalinya saya ke kantor pos, yang pertama saat saya SMA, jadi saya kurang paham bagaimana prosedur pengiriman dokumen. Dengan polosnya saya berdiri didepan etalase. seketika “Mba, taro aja dokumennya dipinggir jangan berdiri didepan!!” ucap si Ibu pelayanan dengan nada ketus. Ya ampun saya kaget setengah mati. Akhirnya saya menaruh dokumen dipinggir dan duduk. Tak lama kemudian ada bapak yang ingin membayar listrik. Dia pun melakukan hal yang sama seperti saya sebelumnya berdiri didepan etalase dan si ibu “pak kalo mau bayar listrik taro dikeranjang!” dengan nada ketus yang sama. Si bapak terkejut. Beliau menaruh kertas tagihan listriknya dikeranjang yang dimaksud.

 

Semakin lama semakin banyak warga berdatangan. Kebanyakan mereka hendak membayar listrik. Si ibu mulai bekerja. Surat saya dalam pekerjaan. Saat si ibu hendak mengambil kertas tagihan listrik “aduh kalo naro tuh gini (sambil merapihkan kertas yang ada dikeranjang) biar gampang diambilnya!” tentu saja dengan nada yang sama tingginya. Si Ibu juga sempat memarahi seorang bapak (tapi saya lupa kejadiaannya). Akhirnya surat saya sudah selesai diproses. Alhamdulillah saya bisa pergi dari tempat tersebut.

 

Ini mungkin baru sedikit kejadiannya. Saat saya pertama ketempat tersebut, saya juga mengalami hal yang kurang mengenakan ditempat yang sama tetapi kali ini petugasnya laki-laki. Hari itu saya hendak mengirim surat dari sebuah radio Korea. Surat tersebut berisi kusioner dan diamplop tertulis ‘Penerima yang Membayar’ yang artinya pihak radio Korea tersebutlah yang membayar tagihan pengiriman. Saat saya menyodorkan surat tersebut si bapak berkata “Ga bisa mba. Kita ga ada kerjasama sama ini” dengan nada yang sama ketus. Astaga!!

 

Saya paham bahwa setiap manusia pasti punya gaya berbicara yang berbeda-beda. Tapi menurut saya, sebagai petugas pelayanan masyarakat mereka tidak boleh berkata dengan nada tinggi, gunakan kata dengan nada lebih halus karena tugas mereka adalah melayani masyarakat. Saya tidak tau ditempat lain bagaimana keadaan pegawainya tapi ini adalah pengalaman saya ditempat yang sama dalam kurun waktu hampir 3 tahun dan kualitas pelayanan mereka tidak ada perubahan. Saya tidak bisa membayangkan jika harus berurusan dengan kantor tersebut satu bulan sekali seperti untuk membayar listrik. Mungkin saya lebih baik tidak usah memakai listrik. Jika kantor pos ini mau dicintai, dibanggakan, dan difavoritkan masyarakat, buatlah pelayanan lebih ramah dan menyenangkan agar masyarakat tidak sungkan untuk kembali menggunakan jasa mereka. Jangan sampai kantor pos ini diganti dengan kantor pos dari negara lain yang pelayanannya sudah terjamin lebih ramah. -TS

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: