parkjiyoung

Just another WordPress.com site

Anne Avantie

TANTIA SRIVIANTI

2SA03

17611024

 

  1. Kapan kasus memulai usahanya? Dimana? Apakah dengan usaha yang sama dengan yang sekarang?

Sejak kecil, Anne Avantie telah menunjukkan ketertarikan dalam dunia mode.Dia sering membuat kostum panggung untuk grup vokal dan tari di sekolah hingga berbagai ajang hiburan remaja lainnya di Solo. Pada tahun 1989, Anne memulai kariernys sebagai perancang busana dari sebuah rumah kontrakan dengan modal 2 mesin jahit. Tempat usaha pertamanya itu diberi nama “Griya Busana Permatasari”. Pada mulanya, dia banyak membuat kostum penari dan berbagai busana malam yang dicirikan hiasan manik-manik. Hingga tahun 2010, Anne memiliki dua butik di Mall Kelapa Gading dan Roémah Pengantén, Grand Indonesia. Selain itu, Anne juga memiliki toko bernama “PENDOPO” yang menjual produk seni dalam negeri hasil karya usaha kecil menengah (UKM).

 2.      Apakah dia mengembangkan usahanya sebagai usaha mandiri?

Iya. Setelah berkecimpung selama 20 tahun dalam industri fashion akhirnya berkat kerja keras, komitmen dan kegigihannya Anne Avantie telah berhasil membangun Image dengan mendirikan 2 butik exclusifnya di Jakarta, Anne Avantie butik di Mall Kelapa Gading III lt 1 dan Roémah Pengantén di WM UG 07 Grand Indonesia. Tahun 2009 Anne Avantie dengan divisi barunya Avantie Art juga menghadirkan “ PENDOPO “ di Mall Kelapa Gading V Lt 3 Unit R. 7 Jakarta sebagai eksistensinya di bidang seni merangkul para UKM ( usaha Kecil Menengah ) sehingga “ PENDOPO “ yang menjual “ produk Indonesia dengan harga Indonesia ” menjadi salah satu bukti kecintaannya pada budaya bangsa ini.

 3.      Sumber modal awalnya adalah dana sendiri atau dari luar? Berapakah jumlahnya?

Anne Avantie memulai usaha dengan modal dana sendiri dan 2 mesin jahit.

 4.      Dimana di pada saat awal memasarkan produknya?

Anne Avantie mulai memasarkan produknya di Solo membuat kostum penari dan berbagai busana malam yang dicirikan hiasan manik-manik

 5.      Apakah dengan menjual produk yg sama?

Tidak. Awalnya Anne Avantie membuat kostum penari dan berbagai busana malam yang dicirikan hiasan manik-manik dan sekarang berfokus membuat kebaya untuk pernikahan dan show TV.

 6.      Siapa pemilik usaha tersebut dari sejak awal hingga sekarang?

Dari awal berdiri hingga sekarang, Anne Avantie adalah pemiliknya.

 7.      Apa bentuk kepemilikannya?

Perorangan.

 8.      Berapa tenaga kerja yg dipekerjakan dari awal hingga saat ini?

Lebih dari 60 orang karena setiap baju dikerjakan oleh 5 orang.

 9.      Apakah ada orang yg ditunjuk sebagai ketua atau koordinator dalam kegiatan usaha? Bagaimana cara penunjukan ketua/koordinator tersebut?

Tidak ada.

 10.   Pernahkah ada prestasi yg dicapai oleh usaha tersebut?

Ada. Keteladanan Anne Avantie dengan program subsidi silang dan tanpa dipungut biaya pelatihan menggugah banyak instansi terkait untuk mengundang Anne Avantie sebagai nara sumber. Kerja keras dan usahanya serta keberhasilannya mau tak mau menjadi Inspirasi banyak perempuan di Indonesia. Penghargaan ini termanivestasikan dengan diberikannya Anugerah “ Kartini Award “2004 – 2005 dari Ibu Negara, Ny. Kristiani Susilo Bambang Yudhoyono. Anugerah tersebut merupakan penghargaan terhadap Anne Avantie sebagai perempuan pengusaha yang berhasil mengembangkan industri kecil. Komitmen dan konsistensi Anne Avantie terus teruji dengan anugerah yang sama yang yakni “Kartini Award” tahun 2008. Keseimbangan hidup yang dibentuknya telah menjadikan Anne Avantie terpilih sebagai “ Wanita Indonesia Bisa “ dimana penghargaan tersebut diberikan oleh menteri pemberdayaan perempuan Ibu Meuttia Hatta pada peringatan hari Ibu 2008.

 11.   Apakah sistem manajemen yg dituju sampai sekarang?

Tidak ada.

 12.  Menurut anda, apakah usaha tersebut sukses? Gunakan ttjuh aspek kelayakan usaha!

Sukses. Beliau bisa mengembangkan usaha dari usaha rumahan menjadi sebuah butik besar. Bisa memperkerjakan banyak karyawan.

   13.  Apakah menurut anda, akan bertahan lama dan berkembang? Jelaskan alasan nya!

Usaha ini akan terus bertahan jika masyarakat Indonesia terus menggunakan kebaya dalam setiap kegiatan pernikahan dan lain-lain.

 

credit : google.com wikimedia.com

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: